saco-indonesia.com, Waterproofing atau Water-resistant telah menggambarkan objek yang tidak dapat terpengaruh oleh air atau tahan terhadap peresapan / masuknya air, atau bisa juga objek yang dapat terlindungi oleh material yang tahan atau dapat menghalangi masuknya air. Material tersebut biasanya telah digunakan di lingkungan basah atau berada dibawah tekanan air.
 
Dibidang kontruksi, Waterproofing telah digunakan di bangunan seperti di basement, dak beton, gutter , tempat-tempat lembab, toilet, dan lain lain . Sebuah gedung atau struktur bangunan telah membutuhkan waterproofing karena beton tidak bisa tahan air atau berfungsi waterproof dengan sendirinya.

Sistem waterproofing konvensional yang sering digunakan adalah tipe membran, yang telah mengandalkan aplikasi satu atau lebih lapisan membran ( dengan berbagai tipe seperti bitumen, silicate, pvs, epdm, dan lain lain ) yang telah berfungsi sebagai pembatas antara air dengan struktur bangunan, mengahalangi masuknya air. Bagaimanapun, system membran tergantung dari aplikasi yang sempurna karena terbilang rumit. Jika terjadi kesalahan dalam pemasangan atau perlekatan dapat menyebabkan kebocoran.

Setelah lebih dari dua dekade, industri konstruksi telah mempunyai teknologi yang lebih maju dibidang material waterproofing, yaitu INTEGRAL WATERPROOFING SYSTEM. Sistem integral bekerja didalam matriks beton, tidak membentuk lapisan tetapi membuat bongkahan beton itu sendiri waterproof.


Editor : Dian Sukmawati

FUNGSI DARI WATERPROOFING

Artikel lainnya »