Banyak hal yang dapat membuat hidup ini terasa indah, bahkan bukan hanya sekedar indah saja, namun pula sangat indah, karena didalamnya banyak sekali hadir keindahan yang tak pernah disangka maupun terduga sebelumnya oleh orang lain maupun dirimu sendiri dengan berbagai kepraktisannya, dan salah satu benda yang seperti itu adalah besi beton, yaitu besi yang digunakan untuk penulangan ontruksi beton atau yang lebih dikenal sebagai beton bertulang, beton bertulang yang mengandung batang tulangan dan direncanakan berdasarkan pendapat bahwa besi beton tersebut bekerjasama dalam memikul gaya-gaya dengan sifat yang sangat unik dimana dua jenis bahan yaitu besi tulangan dan beton dipakai secara bersamaan. Tulang menyediakan gaya tarik yang tidak dimiliki beton dan mampu menahan gaya tekan. Dari karena itulah banyak sekali orang yang ada didunia ini yang menggunakan besi beton sbagai salah satu bahan yang digunakan, karena mereka mengetahui bagaimana manfaat dari besi beton tersebut. Namun ada saja orang yang belum

menggunakannya karena mereka berfikiran selalu langsung keharganya saja, padahal harganyapun cukup relative dan dapat dijangkau, karena harganya tidak begitu mahal maupun murah, itu semua untuk memudahkan kamu untuk bisa membelinya dan untuk memberi jalan untukmu agar bisa memiliki besi beton yang sangat bermanfaat dan berkualitas ini, dan dijagat raya ini banya sekali berbagai jenis besi beton dan salah satunya yang patut harus kamu beli adalah besi beton api.

BESI BETON API BANYAK DIKENAL SEBAGAI BETON BERTULANG BAJA

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »