Saco-Indonesia.com - Selama ini minyak ikan diketahui mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung dan bisa menangkal penyakit jantung. Namun baru-baru ini penelitian mengungkap bahwa hal tersebut tak berlaku untuk suplemen minyak ikan. Orang yang mengonsumsi suplemen minyak ikan kemungkinan tak akan mendapat manfaat kesehatan yang mereka inginkan.

Hasil ini ditemukan peneliti setelah mengamati 17 penelitian yang dikombinasikan dengan penelitian terbaru dalam skala besar. Mereka tak menemukan adanya efek signifikan dari suplemen minyak ikan yang bisa menurunkan risiko penyakit jantung koroner.

Penelitian ini tak menunjukkan adanya penurunan risiko seseorang terkena serangan jantung, stroke, dan gagal jantung pada 1.100 orang yang mengonsumsi suplemen minyak ikan dan omega-3 secara teratur, seperti dilansir oleh Health Day News (17/03).

"Melihat pada 17 penelitian ini, kami tak menemukan adanya penurunan risiko penyakit jantung dan efek signifikan yang bisa diberikan oleh suplemen omega-3 untuk kesehatan," ungkap Dr Rajiv Chowdhury, ketua peneliti.

Meski begitu, peneliti tetap menekankan pentingnya omega-3 bagi kesehatan tubuh dan jantung. Namun harus diperhatikan bahwa omega-3 yang baik untuk kesehatan adalah yang didapatkan melalui makanan alami dan bernutrisi seperti ikan tuna atau salmon, bukan melalui suplemen.

Penelitian ini menekankan pentingnya orang mengonsumsi ikan untuk meningkatkan kesehatan jantung dan fungsi otak. Selain itu, masyarakat sebaiknya lebih berhati-hati sebelum mengonsumsi suplemen minyak ikan secara teratur. Jangan sampai membuang uang tanpa mendapatkan manfaat kesehatan yang diinginkan.

Editor : Maulana Lee

Sumber : merdeka.com

Kehatkan jantung tidak bisa disehatkan Suplemen minyak ikan

BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.

Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.

Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.

The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.

Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.

Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.

Taiwan party leader affirms eventual reunion with China

Artikel lainnya »